• Home
  • VIETNAM MENANTANG TESLA, EV VINFAST BARU UNTUK GO PUBLIC DI AS PADA AKHIR TAHUN

VIETNAM MENANTANG TESLA, EV VINFAST BARU UNTUK GO PUBLIC DI AS PADA AKHIR TAHUN

Vinfast. Pembuat Mobil Milik Konglomerat Vietnam Vingroup. Telah Mengumumkan Akan Go Public Di Amerika Serikat Melalui Merger Dengan Special Purpose Acquisition Company (Spac). Bertujuan Untuk Selesai Pada Paruh Kedua Tahun 2023. Nilai Perusahaan Pasca-merger Bernilai $27 Miliar (Sekitar ¥3.7 Triliun). Vinfast Berfokus Pada Kendaraan Listrik (Ev) Dan Juga Berencana Membangun Pabrik Di Amerika Serikat.

Vinfast

Baru-baru Ini. Telah Setuju Untuk Bergabung Dengan Spac “Black Spade Acquisition” Milik Taipan Kasino Makau Lawrence Ho.

Dijadwalkan Untuk Dicatatkan Di New York Stock Exchange. Selama Dua Tahun Terakhir. Perusahaan Telah Mencari Penawaran Umum Perdana (Ipo) Di Amerika Serikat Untuk Mengumpulkan Modal Untuk Ekspansi Global.

Thuy Le. Ceo Vinfast Global. Mengatakan Dalam Sebuah Pernyataan: “Vinfast Telah Membuktikan Bahwa Ia Dapat Menjangkau Pasar Internasional Dengan Cepat. Sebuah Listing Membuka Pintu Untuk Mendanai Tujuan Ambisius Di Panggung Global.”

See also  DALAM WAWANCARA KERJA PERTANYAAN UNTUK MENGUNGKAP BUDAYA PERUSAHAAN HITAM

Mengutip Reuters. Dua Orang Yang Mengetahui Masalah Ini Mengungkapkan Bahwa Initial Public Offering (Ipo) As Yang Direncanakan Vinfast Mungkin Akan Ditunda Lebih Lanjut. Salah Satu Orang Itu Mengatakan Rencana Dapat Ditunda Sampai Tahun Depan Karena Kondisi Pasar Yang Tidak Menguntungkan.

Vinfast Berencana Membangun Pabrik Di North Carolina. Dan Sudah Memulai Pengiriman Dari Vietnam Ke Amerika Serikat November Lalu. Sepertinya Akan Menantang Tesla (Tesla). Ev Terbesar. Bertekuk Lutut. Diharapkan Untuk Memulai Pengiriman Ke Kanada Dan Eropa Pada Akhir Tahun Ini.

Vingroup Dan Pham Nhat Vuong. Ketua Grup Dan Pemegang Saham Pengendali Vinfast.

Baru-baru Ini Mengumumkan Rencana Ke Vinfast Untuk Mempercepat Ekspansi Globalnya.untuk Menyuntikkan $2.5 Miliar Lagi

Dennis Tam. Chairman Dan Co-ceo Black Spade Acquisitions. Berkata Tentang Vinfast. “kami Berada Di Posisi Yang Sangat Baik Untuk Memulai Tren Gaya Hidup Ev. Ada.” Katanya. Menunjukkan Harapan.

See also  MENGAPA INVESTASI BESAR 'MENURUNKAN' SAHAM ALFABET

Vingroup Adalah Grup Perusahaan Terbesar Di Vietnam Berdasarkan Kapitalisasi Pasar. Dan Terlibat Dalam Bisnis Manufaktur Mobil. Real Estat. Ritel. Elektronik. Dan Perawatan Kesehatan. Vuong Adalah Orang Terkaya Vietnam Dengan Kekayaan Bersih $4.2 Miliar. Menurut Daftar Miliarder Real-time Forbes.

Akuisisi Black Spade Diatur Untuk Ipo Di As Pada Tahun 2021. Mengumpulkan $169 Juta. Perusahaan Ini Didukung Oleh Black Spade Capital. Putra Mendiang “raja Kasino” Makau Stanley Ho Dan Ketua Operator Kasino Melco International.

“Kami Tetap Berkomitmen Dan Fokus Pada Proses Listing Kami.” Kata Vinfast Pada Hari Rabu Tanpa Merinci Kerangka Waktu Ipo Yang Direncanakan.

Vinfast. Yang Mulai Beroperasi Pada 2019. Bersiap Untuk Berekspansi Di Pasar As.

Di Mana Perusahaan Berharap Dapat Membangun Pabrik Mobil Dan Baterai Untuk Bersaing Dengan Pembuat Mobil Dan Perusahaan Rintisan Lama. Meskipun Pengiriman Kendaraan Dari Pabriknya Di Vietnam Sejauh Ini Berjalan Lambat.

See also  60% PERUSAHAAN YANG MEMPEKERJAKAN GEN Z MERASAKAN “PERUBAHAN NILAI KARIR”

Dari Rencana Pendanaan Baru Ini. Sebanyak Us$ 1 Miliar Atau Sekitar Rp15 Triliun Akan Diberikan Sebagai Hibah Dalam Satu Tahun Ke Depan Dari Pendiri Pham Nhat Vuong. Yang Merupakan Orang Terkaya Vietnam. Hal Ini Diungkapkan Vinfast Dalam Sebuah Pernyataan.

Perusahaan Induk Vingroup (Vic.hm). Konglomerat Terbesar Vietnam. Akan Memberikan Hibah Sebesar Us$ 500 Juta Atau Sekitar Rp7.5 Triliun Ditambah Pinjaman Us$1 Miliar Atau Sekitar Rp15 Triliun Dengan Jangka Waktu Hingga Lima Tahun.

Aksi Itu Akan Meningkatkan Total Dana Yang Dikumpulkan Oleh Vinfast Menjadi Us$ 10.7 Miliar Atau Sekitar Rp158.1 Triliun. Berdasarkan Pengajuan Perusahaan Sebelumnya.

Hibah Dan Pinjaman Akan “Mendorong Vinfast Untuk Mempercepat Pengembangannya.” Kata Perusahaan Itu.

Berdasarkan Laporan Reuters Bulan Maret Lalu. Vingroup Memiliki Rencana Untuk Mengumpulkan Uang Dari Kemungkinan Penjualan Aset Dari Cabang Pusat Perbelanjaan Dan Pengembang Real Estatnya.