• Home
  • PARA PETINGGI MAHKAMAH AGUNG AS NYARIS DIMONOPOLI OLEH LULUSAN UNIVERSITAS BERGENGSI

PARA PETINGGI MAHKAMAH AGUNG AS NYARIS DIMONOPOLI OLEH LULUSAN UNIVERSITAS BERGENGSI

Selama 40 Tahun Terakhir. Lebih Dari Dua Pertiga Penyelidik Hakim Yang Disewa Oleh Mahkamah Agung As Telah Lulus Dari Salah Satu Dari Lima Sekolah Hukum Teratas: Harvard. Yale. Stanford. Columbia. Dan Chicago. Menurut Sebuah Penelitian. Sembilan Puluh Empat Persen Lulus Dari Sekolah Hukum Di Peringkat 25 Teratas Oleh Us News & World Report.

Mahkamah Agung

Studi Yang Dilakukan Oleh Para Peneliti Di Vanderbilt University. University Of Toronto Di Kanada. Dan University Of Virginia Di Amerika Serikat. Tersedia Secara Online .

Beasiswa Penelitian Mahkamah Agung Telah Lama Dianggap Sebagai Salah Satu Posisi Awal Yang Paling Bergengsi Dan Didambakan Dalam Profesi Hukum. Tim Peneliti Mengumpulkan Data Dari Wikipedia Pada 1426 Penyidik ​​berturut-turut Dari Tahun 1980 Hingga 2020 Untuk Meneliti Hubungan Antara Pendidikan Sekolah Hukum Dan Posisi Penyidik ​​mahkamah Agung. Selain Itu. Kami Mengumpulkan Informasi Tentang Jenis Kelamin. Etnis. Perguruan Tinggi Dan Sekolah Hukum Peneliti. Dan Prestasi Akademik.

See also  MIGRASI, DUA PANGKALAN, TANTANGAN KERJA GOTO CITY UNTUK "20.000 ORANG PADA TAHUN 2060"

Akibatnya. Ditemukan Bahwa Penyelidik Hanya Lulus Dari Dua Sekolah Hukum. Harvard Dan Yale. Terhitung 45% Dari Total. Selain Itu. 69% Responden Adalah Laki-laki. Meskipun Rasio Wanita Telah Meningkat Selama 40 Tahun Terakhir. Rasio Pria Mendekati 60% Bahkan Dalam Beberapa Tahun Terakhir. Padahal Mayoritas Mahasiswa Hukum Adalah Perempuan.

Selama Seluruh Periode. 87% Peneliti Berkulit Putih. Dari 13% Sisanya (188). 100 Orang Kepulauan Asia Pasifik. 48 Orang Kulit Hitam. 14 Orang Hispanik. Dan 26 Orang Dari Ras Yang Tidak Diketahui.

Hakim Mahkamah Agung Dapat Memilih Empat Panitera Untuk Setiap Periode.

Semua Juri Cenderung Memilih Lulusan Sekolah Bergengsi. Mengingat Delapan Dari Sembilan Hakim Petahana Lulus Dari Harvard Atau Yale Law School. Hal Ini Mungkin Tidak Terlalu Mengejutkan. Pengecualiannya Adalah Hakim Barrett. Yang Lulus Dari Sekolah Hukum Notre Dame.

See also  'IKUTI HASRAT ANDA' BUKANLAH SARAN KARIER TERBAIK

Dari 58 Penyelidik Yang Telah Bekerja Dengan Hakim Agung Roberts. 37 Berasal Dari Yale Atau Harvard. Dan Hanya Satu Yang Lulus Dari Sekolah Hukum Di Luar 25 Besar. Hakim Sotomayor Memilih 21 Dari 46 Penyelidik Dari Harvard Atau Yale. Dan Hanya Dua Dari Luar 25 Sekolah Terbaik. “Dikenal Untuk Merekrut Dari Berbagai Sekolah Hukum.” Hakim Thomas Juga Memilih Lebih Dari Setengah Dari 119 Penyelidik. 62 Dari Yale. Harvard Dan Chicago. Dan 15 Di Luar 25 Teratas. Hanya Orang.

Ternyata Di Mana Anda Mendapatkan Pendidikan Sarjana Anda Penting. Bahkan Jika Anda Lulus Dari Sekolah Hukum Yang Bergengsi. Tim Peneliti Menyelidiki Pendidikan Sarjana Lulusan Harvard Law School. Yang Paling Umum Selama Masa Studi. Akibatnya. Di Antara Mereka Yang Lulus Dari Harvard Law School Dengan Pujian. Mereka Yang Memiliki Pendidikan Sarjana Di Salah Satu Dari 22 Universitas Teratas Lebih Mungkin Dipilih Sebagai Juru Tulis Daripada Mereka Yang Berasal Dari Universitas Yang Lebih Rendah. Kebanyakan Dari Mereka Adalah Sarjana Dari Harvard. Yale. Dan Princeton.

See also  Ini 5 Motor Termahal Di Dunia Dengan Harga Yang Bisa Membuat Melongo

Para Peneliti Bertanya. “Jika Dua Kandidat Lulus Sebagai Yang Terbaik Di Harvard Law School. Haruskah Kita Peduli Di Mana Mereka Mendapat Pendidikan Sarjana?”

Tentu Saja. Sebagian Besar Lulusan Sekolah Hukum Bergengsi Sangat Baik. Masalahnya. Hakim Agung Sepertinya Tidak Mampu Atau Tidak Mau Mencari Siswa Yang Sama Baiknya Dari Luar Sekolah Bergengsi.

Mungkin Mereka Belum Cukup Mencari Hakim. Sama Seperti Penyelidikan Tahun Lalu Soal Bocoran Draf Putusan Pencabutan Hak Aborsi. Tapi Pelakunya Belum Bisa Teridentifikasi.